Rapat Umum Pemegang Saham PT.Bank Pembangunan Daerah Papua Tahun Buku 2019

 

PT. Bank Pembangunan Daerah Papua menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2019 bertempat di Gedung Negara Jl.Trikora Dok V Atas Jayapura pada Jumat, 26 Juni 2020. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Rapat umum Pemegang Saham tahun ini menghadirkan konsep yang berbeda yaitu menggunakan fasilitas media video konferensi serta menerapkan protokol kesehatan Covid-19. RUPS yang dihadiri oleh para pemegang saham memberikan persetujuan Laporan Tahunan Direksi  mengenai keadaan dan jalannya perseroan termasuk Laporan Keuangan dan Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2019.

Meski rapat dilaksanakan secara virtual, para pemegang saham mengikuti kegiatan tersebut dengan lancar. Dalam kesempatan itu juga seluruh pemegang saham menyepakati pembagian deviden senilai Rp150 miliar atau sebesar 30.000 lembar saham dengan rasio 60% dari laba bersih yang dibukukan oleh Bank Papua di tahn 2019 Rp250 miliar.

Selain deviden dan laporan tahunan, Rapat Umum Pemegang Saham juga menyepakati beberapa hal diantaranya rencana bisnis Bank Papua tahun buku 2019, penambahan atau peningkatan modal disetor, dan penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perseroan tahun buku 2020.

Selama tahun 2019 kegiatan usaha Bank Papua mengalami peningkatan atau pertumbuhan secara berkelanjutan dengan sangat baik, hal ini dapat dilihat dari raihan laba bersih sebesar Rp250 miliar yang diikuti penambahan nilai aset sebesar Rp28,1 triliun atau tumbuh sebesar 25,5% year on year (yoy), kredit juga tumbuh 13,5% menjadi Rp16 triliun, jumlah dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil tumbuh sebesar 27,4% yoy menjadi Rp22,8 triliun, serta ekuitas atau jumlah permodalan pada neraca bank tumbuh sebesar 8,42% (yoy) menjadi RP3,4 triliun. Dengan adanya peningkatan DPK dan ekuitas menunjukkan Bank Papua telah mampu mendorong peningkatan volume usaha bank yang tercermin beberapa pos penting dari sisi aktiva neraca bank. Kondisi ini merefleksikan kekuatan Bank Papua yang sehat dan kuat secara berkelanjutan.

PT. Bank Pembangunan Daerah Papua menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2019 bertempat di Gedung Negara Jl.Trikora Dok V Atas Jayapura pada Jumat, 26 Juni 2020. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Rapat umum Pemegang Saham tahun ini menghadirkan konsep yang berbeda yaitu menggunakan fasilitas media video konferensi serta menerapkan protokol kesehatan Covid-19. RUPS yang dihadiri oleh para pemegang saham memberikan persetujuan Laporan Tahunan Direksi  mengenai keadaan dan jalannya perseroan termasuk Laporan Keuangan dan Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2019.

Meski rapat dilaksanakan secara virtual, para pemegang saham mengikuti kegiatan tersebut dengan lancar. Dalam kesempatan itu juga seluruh pemegang saham menyepakati pembagian deviden senilai Rp150 miliar atau sebesar 30.000 lembar saham dengan rasio 60% dari laba bersih yang dibukukan oleh Bank Papua di tahn 2019 Rp250 miliar.

Selain deviden dan laporan tahunan, Rapat Umum Pemegang Saham juga menyepakati beberapa hal diantaranya rencana bisnis Bank Papua tahun buku 2019, penambahan atau peningkatan modal disetor, dan penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perseroan tahun buku 2020.

Selama tahun 2019 kegiatan usaha Bank Papua mengalami peningkatan atau pertumbuhan secara berkelanjutan dengan sangat baik, hal ini dapat dilihat dari raihan laba bersih sebesar Rp250 miliar yang diikuti penambahan nilai aset sebesar Rp28,1 triliun atau tumbuh sebesar 25,5% year on year (yoy), kredit juga tumbuh 13,5% menjadi Rp16 triliun, jumlah dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil tumbuh sebesar 27,4% yoy menjadi Rp22,8 triliun, serta ekuitas atau jumlah permodalan pada neraca bank tumbuh sebesar 8,42% (yoy) menjadi RP3,4 triliun. Dengan adanya peningkatan DPK dan ekuitas menunjukkan Bank Papua telah mampu mendorong peningkatan volume usaha bank yang tercermin beberapa pos penting dari sisi aktiva neraca bank. Kondisi ini merefleksikan kekuatan Bank Papua yang sehat dan kuat secara berkelanjutan.