Pencapaian & Prospek Perusahaan

Pencapaian Realisasi Target Perseroan

Perseroan berhasil merealisasikan target yang ditetapkan pada awal tahun 2018 yaitu pencapaian peningkatan laba bersih dengan membukukan laba bersih sebesar Rp218.576 juta, melampaui target dengan realisasi sebesar 104,67% dari target. Target lain yang dicapai adalah pengumpulan dana Giro dan kredit. Dari segi rasio, bank berhasil meningkatkan ROE dari target sebesar 1,22% menjadi 7,65% dan berhasil menekan BOPO menjadi 87,77% dari target semula sebesar 90,91%.

Pandangan Atas Prospek Usaha Bank 2019
Dengan melihat dinamika dan pertumbuhan ekonomi serta perbankan pada tahun 2019, Manajemen memandang bahwa prospek usaha Bank Papua pada tahun 2019 yang telah disusun oleh menggunakan asumsi yang realistis, yang didukung oleh Corporate Plan 5 tahun kedepan, menjadi harapan yang baik bagi Bank Papua untuk meraih pasar yang lebih luas dengan semangat optimisme dengan tetap memberikan yang terbaik bagi Pemegang Saham maupun segenap pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, Bank Papua juga mempunyai keunggulan yang kompetitif sehingga mampu memanfaatkan peluang yang ada dan mampu tumbuh berkelanjutan di tengah persaingan bisnis perbankan yang semakin kompleks.

Profitabilitas per Segmen
Efektivitas Segmen Operasi Bank Papua dalam mendukung kinerja keuangan dapat dilihat dari perolehan profitabilitas masing-masing segmen. Perolehan yang dicapai dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah strategis untuk pengembangan dan optimalisasi masing-masing segmen operasi tersebut. Pendapatan dan profitabilitas segmen operasi disajikan dalam tabel berikut.

Berdasarkan pertumbuhannya, Laba Bersih Bank Papua Tahun 2018 mencapai Rp218.576 juta atau mengalami kenaikan sebesar 92,96% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp113.273 juta, dimana sumber terbesar dalam pencapaian laba tersebut dari pendapatan Bunga. Walaupun jika dibandingkan pencapaian pendapatan bunga yang diperoleh di tahun 2018 masih lebih kecil 8,48% dari pencapaian pendapatan bunga di tahun 2017

Prospek Usaha

Prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga. Di tengah perkiraan ekonomi global yang tumbuh melandai, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 diperkirakan tetap meningkat hingga mencapai kisaran 5,0-5,4%. Membaiknya pertumbuhan ekonomi didukung oleh tetap kuatnya permintaan domestik baik konsumsi maupun investasi, sementara kinerja net ekspor membaik dengan berlanjutnya peningkatan ekspor dan menurunnya pertumbuhan impor.
Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran sasaran 3,5+1% dengan terjaganya tekanan harga dari sisi permintaan, volatile food dan administered prices, ekspektasi inflasi, dan stabilnya nilai tukar Rupiah. Defisit transaksi berjalan 2019 akan turun menjadi sekitar 2,5% dari PDB dengan langkah-langkah pengendalian impor serta peningkatan ekspor dan pariwisata. Fungsi intermediasi perbankan dan pembiayaan ekonomi dari pasar modal akan terus meningkat. Pertumbuhan kredit pada 2019 diprakirakan mencapai 10-12%, sementara pertumbuhan DPK perbankan mencapai 8-10% dengan kecukupan likuiditas yang terjaga. Sedangkan untuk perekonomian Papua pada tahun 2019 diperkirakan mengalami penurunan yang diproyeksikan berada pada kisaran (-8,22)% - (-7,82)% (yoy). Penurunan pertumbuhan ekonomi Papua sejalan dengan adanya transisi pertambangan dari tambang terbuka Grasberg ke tambang bawah tanah sehingga terjadi penurunan produksi secara signifikan. Dari sisi lapangan usaha, diperkirakan akan mempengaruhi kontraksi pertambangan dan penggalian yang mencapai -35% (yoy) untuk agregat 2019. Sementara itu, dari sisi permintaan diperkirakan tidak terdapat ekspor luar negeri karena produksi tahun 2019 hanya cukup untuk memenuhi permintaan konsentrat di pasar domestik. Tekanan inflasi Papua untuk keseluruhan tahun 2019 diprakirakan berada pada kondisi yang stabil dengan kisaran sebesar 4,4% - 4,8% (yoy).

Melihat prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dan daerah ditahun 2019, maka Bank optimis dapat meraih setiap peluang dan potensi yang tercipta. Beberapa peluang tersebut yaitu:
1. Keberlanjutan kebijakan penerapan Daerah Otonomi Khusus pada bidang ekonomi dan keuangan daerah dari Pemerintah Pusat pada tahun 2019 tidak mengalami perubahan.
2. Dukungan Pemerintah Daerah kepada perusahaan korporasi yang beroperasi di tanah Papua untuk kegiatan transaksinya dilakukan di Bank Papua.
3. Adanya dukungan Pemerintah Daerah sebagai Pemegang Saham.
4. Potensi Pengembangan Industri Pariwisata di wilayah Papua yang terus berkembang sehingga memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi
5. Masih dipercaya oleh Pemerintah Daerah sebagai pengelola Kas Daerah, serta masih terbuka lebar beberapa Pemerintah Daerah yang dana Kas Daerah nya belum di Bank Papua. Maka untuk tahun 2019 perlu melakukan program-program yang dapat menjaga hubungan baik dengan Pemerintah Daerah agar Kas Daerah dapat dipindahkan ke Bank Papua bagi kas daerah yang masih dikelola oleh bank lain, sedangkan bagi yang sudah dikelola oleh Bank Papua, bank juga perlu tetap menjaga hubungan baik dan kualitas pelayanan agar Kas Daerah nya tidak dipindahkan ke Bank Lain.
6. Potensi pemberian kredit sektor konstruksi yang semakin tumbuh baik di tingkat Provinsi maupun tingkat Kabupaten/ Kota, mengingat dana infrastruktur dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kabupaten/Kota semakin besar.
7. Penyaluran dana Desa pada tahun 2019 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ke seluruh Desa/Kelurahan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat semakin besar.
8. Penyaluran Gaji PNS Vertikal dan TNI/ POLRI dimungkinkan untuk ditempatkan di Bank Pembangunan Daerah (BPD). Melalui peluang tersebut dan juga didorong oleh aspirasi manajemen untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global, nasional, maupun daerah, Bank Papua terus meningkatkan kapabilitas internal dalam menghadapi tantangan makro ekonomi di Tahun 2019. Manajemen akan mengawal komitmen setoran modal 4 Trilyun dengan kunjungan kerja secara intensif kepada pemerintah daerah dan Provinsi serta para pengelola keuangan daerah, dengan memberikan laporan keuangan publikasi triwulanan sehingga para pemilik mengetahui keberadaan Bank Papua.

Bank juga akan terus berkomitmen dalam membangun Manajemen Sumber Daya Manusia yang sehat dan tumbuh berkembang secara berkesinambungan dan berkeadilan dengan penentuan kepastian Job Grade sehingga dapat menjadi karir path pegawai yang tepat dan menarik, serta meningkatkan pengetahuan di bidang perkreditan, pasar uang dan modal, perekonomian bagi para pengambil keputusan baik di dalam negeri maupun di luar negeri melalui workshop, seminar. Selain itu, pengembangan produk dan layanan juga sangat penting dalam mendukung kesuksesan operasional Bank Papua, karena itu dalam implementasinya akan dikoordinir oleh beberapa Divisi yang berhubungan langsung dengan kebijakan dan strategi ini. Pengembangan produk yang didukung oleh peranan Teknologi dan Informasi ini sangat penting dalam rangka pengembangan operasional Bank, karena itu dalam melayani kebutuhan nasabah/debiturnya harus disesuaikan dengan perilaku nasabah/debitur saat ini, karena itu dalam mengklasifikasikan nasabahnya perlu dilakukan pemetaan yang signifikan antara kebutuhan yang diminta dengan teknologi informasi yang dimiliki oleh Bank Papua. Sehubungan dengan itu, Bank optimis selalu berupaya untuk meningkatkan efisiensi business model yang dijalankan selama ini, dengan penekanan lebih pada perbaikan kualitas layanan dan kecepatan akses bagi nasabah untuk dapat bersaing di industri perbankan dan meningkatkan pertumbuhan Bank. Bank Papua optimis dapat mencapai potensi peningkatan target bisnis Bank yakni pertumbuhan kredit sebesar 7,05%, pertumbuhan aset sebesar 4,52%, pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 29,28%.