Menko Darmin Ingin Perbankan Salurkan 40% KUR di Sektor Produktif

JAKARTA - Pemerintah telah memberikan kredit usaha rakyat (KUR) berbunga rendah sebesar 9% kepada masyarakat kecil. Hanya saja, KUR ini belum sepenuhnya menyasar masyarakat pada sektor produktif.

Hal ini pun turut menjadi perhatian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam rapat koordinasi hari ini. Direktur Bank BNI Catur Budi Harto mengatakan, Darmin meminta perbankan agar dapat menyalurkan KUR sebesar 40% pada sektor produktif.

"Tadi diminta yang proporsi sektor produksi dan perdagangan 40%, tapi average sudah 38% sampai hari ini," tuturnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Ditargetkan, hingga akhir tahun, penyaluran KUR dari BNI mencapai Rp12 triliun. BNI pun siap menyalurkan KUR hingga 40% ke sektor produktif.

"Siap, kan kami ada sistem itu. Kayak Jatim (Jawa Timur) ada kartu tani," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi mengatakan pihaknya telah menyalurkan KUR pada sektor produktif. Adapun jumlahnya saat ini mencapai 42%.

"Aman. KUR-nya target Rp13 triliun sampai Mei sudah salur Rp4,75 triliun, yang produktif 42%," ujarnya.

Adapun sektor produktif yang dimaksud adalah pertanian, perikanan, dan industri pengolahan. Jumlah penyaluran KUR pada sektor produktif ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar 22%.

"(Stategi Bank Mandiri untuk meningkatkan penyaluran KUR sektor produktif) kerja sama dengan perusahan x yang gede, gede supaya bersedia jadi offtaker dan advicer, kan di sektor produktif yang paling susah itu kan pasar. Kalau ada offtaker-nya, aman," imbuhnya.

Sumber : http://economy.okezone.com