Digitalisasi Bikin Bankir Semakin Tertantang

 

JAKARTA - Digitalisasi yang semakin merambah sektor perbankan, baik sistem maupun produk yang ditawarkan membuat para bankir semakin tertantang dengan terus melakukan berbagai inovasi. Direktur Teknologi dan Perbankan Digital PT. Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rico Usthavia Frans mengatakan, pihaknya melihat teknologi bisa dipakai perbankan untuk meningkatkan kompetisi.

Menurutnya, tantangan terbesar perbankan juga dalam membangun infrastruktur di bidang teknologi dan menerapkannya, sehingga bisa berjalan cepat dan benar. "Ini kan ada perubahan dari perbankan ke fintech. Pertama kita proses digitalisasi baik internal dan eksternal. Kedua, kolaborasi dengan pihak lain di luar perbankan sedemikian rupa, sehingga infrastruktur terbangun," kata Rico di Jakarta, Rabu (7/3/2018). 

Sementara, Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Tigor M Siahaan mengatakan, pihaknya melihat dari sisi teknologi digital tidak ada habisnya, selalu ada perubahan seperti blockchain. "Kali ini lagi in blockchain, tapi bukan artinya semua nyebur ke blockchain," tuturnya.

Dia menambahkan, tantangan perbankan memang dari sisi inovasi platform digital tersebut. Namun kehadiran blockchain dinilai belum langsung mendapatkan nilai komersial.

"Dari sisi komersialisasi blockchain baru 2023 ada komersial value. Sementara, take off 2030 baru kelihatan, untuk sementara memang semua orang ngomong blockchain, tapi belum tentu bertahan," pungkasnya.

SUMBER : https://ekbis.sindonews.com