Darmin Sebut Ini MomenTepat untuk Bahas Redenominasi Rupiah

TEMPO.COJakarta - Bank Indonesia akan mengusulkan Rancangan Undang-Undang tentang Redenominasi Mata Uang Rupiah tahun ini kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mendukung pembahasan rancangan undang-undang tersebut.

"Mestinya tidak ada masalah apa-apa. Itu sesuatu yang sebetulnya sudah disiapkan dan dibicarakan 4-5 tahun lalu," kata Darmin saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 19 Juli 2017.

Darmin berujar kunci dari penerapan redenominasi rupiah adalah inflasi yang terkendali. Saat ini, inflasi berkisar antara 3-4 persen. "Jadi sekarang momen yang bagus. Kalau (inflasi) nggak (bagus), ya ketekan lagi," ujar mantan Gubernur BI itu. 

Tahun ini, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo akan mengajukan Rancangan Undang-Undang tentang Redenominasi Mata Uang Rupiah kepada DPR. Namun, Agus akan menemui Presiden Joko Widodo terlebih dahulu sebelum mengajukan usulan tersebut.

"Kami akan bertemu Presiden, Menteri Hukum dan HAM, serta Menteri Keuangan untuk mengupayakan pemerintah setuju membahas ini dengan DPR," kata Agus di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 18 Juli 2017.

Agus ingin pemerintah dan DPR membahas RUU yang berisi 18 pasal tersebut tahun ini. Untuk prosesnya,  akan memakan waktu hingga tujuh tahun. "Dua tahun adalah persiapan, 2020-2024 adalah masa transmisi, dan kemudian ada tahap phase out," ujarnya.

BI telah menggelar focus group discussion dengan Komisi Keuangan DPR untuk membahas RUU tersebut. Menurut Agus, pertemuan itu dihadiri oleh seluruh fraksi. "DPR kelihatannya sudah mendukung bahwa ini adalah prioritas yang dibutuhkan Indonesia," ucapnya. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  mendukung RUU Redenominasi Rupiah dimasukkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun ini. "APBN sudah dianggap memiliki kredibilitas dan realistis sehingga kita bisa mendapatkan investment grade," katanya.

Sumber : https://bisnis.tempo.co